Pembuatan Suplai Makanan Kelas Jamur Alfa Amilase dalam Industri Pembuatan Roti SBE-03FA
Deskripsi Produk
α-amilase jamur diproduksi melalui fermentasi terendam Aspergillus oryzae yang diikuti oleh pemurnian dan formulasi. Produk ini mendepolimerisasi pati untuk menghasilkan oligosakarida dan sejumlah kecil dekstrin. Produk ini bekerja dengan baik dalam koreksi tepung dan industri pembuatan roti.
Karakteristik
| Aktivitas yang Dinyatakan | 100.000 u/gram |
| Organisme Produksi | Jamur Aspergillus oryzae |
| Bentuk Fisik | Bubuk |
| Warna | Kekuningan. Warna dapat bervariasi dari satu kelompok ke kelompok lainnya. Intensitas warna bukan merupakan indikasi aktivitas enzim. |
| Bau | Bau fermentasi mikroba normal. |
Definisi Unit: 1 unit α-Amilase jamur sama dengan jumlah enzim yang menghidrolisis pati terlarut untuk mendapatkan 10 mg gula pereduksi (dalam glukosa) pada suhu 40℃ dan pH 5,0 dalam waktu 30 menit. Warna dapat bervariasi dari satu kelompok ke kelompok lainnya. Intensitas warna bukan merupakan indikasi aktivitas enzim.
Standar Produk
Produk ini mematuhi GB1886.174.
| TIDAK. | Barang | Indeks | |
| 1 | Particle size (%<40 mesh) | ≥80 | |
| 2 | Kerugian akibat pengeringan/(%) | ≤8,0 | |
| 3 | Timbal/(mg/kg) | ≤5,0 | |
| 4 | Arsenik/(mg/kg) | ≤3,0 | |
| 5 | Jumlah total yang layak/(CFU/g) | ≤50.000 | |
| 6 | Bakteri Coliform/(CFU/g) | ≤30 | |
| 7 | Bakteri Escherichia coli (CFU/gram) | <10 (MPN/g) ≤3.0 | |
| 8 | Salmonella/(25g) | Tidak Terdeteksi |
Tingkat Aplikasi
Untuk industri roti: Tingkat aplikasi yang disarankan adalah 2-4g per ton tepung.
Tingkat aplikasi harus dioptimalkan berdasarkan setiap aplikasi, spesifikasi bahan baku, ekspektasi produk, dan parameter pemrosesan. Lebih baik memulai pengujian dengan volume yang sesuai.
Kemasan
Kemasan: 1 kg/kantong.
Penyimpanan
Penyimpanan: Simpan dalam keadaan tertutup di tempat kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari langsung.
Umur Simpan
Umur simpan: 12 bulan di tempat yang kering dan sejuk.
Keamanan
Sediaan enzim adalah protein yang dapat memicu sensitisasi dan menyebabkan gejala alergi pada individu yang rentan. Kontak yang berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi ringan pada kulit, mata, atau selaput lendir hidung. Kontak langsung dengan kulit harus dihindari. Jika terjadi iritasi atau reaksi alergi pada kulit atau mata, segera konsultasikan dengan dokter.







