Enzim Pektinase Untuk Klarifikasi Jus Buah Enzymes.Bio Pec60
Perkenalan
Produk ini diproduksi dengan fermentasi terendam Jamur Aspergillus niger diikuti dengan pemurnian dan formulasi. Pektinase memiliki aktivitas tinggi pada kisaran pH asam (pH 3,0-5,0).
Karakteristik
| Aktivitas yang Dinyatakan | 60000 u/gram |
| Organisme Produksi | Jamur Aspergillus niger |
| Bentuk Fisik | Cairan |
| Warna | Coklat muda. Warna dapat bervariasi dari satu batch ke batch lainnya. Intensitas warna bukan merupakan indikasi aktivitas enzim. |
| Bau | Bau fermentasi mikroba normal. |
Definisi Satuan: 1 unit Pektinase setara dengan 1g (1ml) sediaan enzim yang menghidrolisis asam poligalakturonat untuk mendapatkan 1mg asam galakturonat per jam pada suhu 50°C dan pH 3,5. Warna: Warna dapat bervariasi dari satu kelompok ke kelompok lainnya. Intensitas warna bukan merupakan indikasi aktivitas enzim.
Spesifikasi
| Barang | Batas Bawah | Batas Atas |
| Aktivitas Enzim | 60000 u/gram | |
| Memimpin | 5mg/kg | |
| Arsenik | 3mg/kg | |
| Jumlah Total yang Layak | 50.000 CFU/gram | |
| Bakteri Koliform | 30 CFU/gram | |
| Bakteri Escherichia coli | 10 CFU/gram 3 MPN/gram | |
| Penyakit Salmonella | Tidak Terdeteksi/25g |
Tingkat Aplikasi
Tingkat aplikasi yang disarankan adalah 0,02-0,1 L preparat enzim per ton total bahan baku, ditambahkan pada saat penghancuran atau penjernihan jus. Tingkat aplikasi harus dioptimalkan berdasarkan setiap aplikasi, spesifikasi bahan baku, hasil yang diharapkan, dan parameter pengolahan. Lebih baik memulai pengujian dengan volume yang sesuai.
Kemasan
Kemasan: 1 kg/kantong.
Penyimpanan
Simpan dalam keadaan tertutup di tempat yang kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari langsung. Sedikit endapan masih dapat diterima karena tidak akan memengaruhi kinerja produk.
Umur Simpan
12 bulan di tempat yang kering dan sejuk.
Keamanan
Sediaan enzim adalah protein yang dapat memicu sensitisasi dan menyebabkan gejala alergi pada individu yang rentan. Kontak yang berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi ringan pada kulit, mata, atau selaput lendir hidung. Kontak langsung dengan kulit harus dihindari. Jika terjadi iritasi atau reaksi alergi pada kulit atau mata, segera konsultasikan dengan dokter.








